Jakarta – Penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikawal agar berjalan cepat sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengawalan dilakukan untuk memastikan bantuan, layanan kesehatan, hunian sementara, dan pemulihan infrastruktur menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Satgas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI telah meninjau langsung lokasi terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Dalam peninjauan tersebut, DPR meminta laporan terkini mengenai kondisi korban, kerusakan, distribusi bantuan, dan langkah taktis yang dilakukan pemerintah selama masa tanggap darurat.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan penanganan korban harus menjadi prioritas pertama. Dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait harus dipastikan berjalan secara terpadu.

“Kami ingin laporan juga, kepastian dalam tanggap darurat ini terutama yang paling pertama penanganan para korban gempa ini,” ujar Cucun.

DPR juga meminta pemetaan menyeluruh karena dampak gempa tidak hanya dirasakan masyarakat di Kabupaten Manggarai. Sejumlah kabupaten lain di Flores turut melaporkan korban jiwa, kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur.

“Karena bukan hanya Kabupaten Manggarai saja, termasuk ada kabupaten-kabupaten lain yang terdampak, kita minta juga masukan dalam waktu yang singkat ini,” kata Cucun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga membentuk Satgas khusus untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi di Flores, NTT.

Pratikno mengatakan, pembentukan satgas diperlukan untuk mempercepat pendataan masyarakat terdampak, termasuk warga yang mengungsi secara mandiri di sejumlah lokasi.

“Kita memperkuat pembentukan Satgas di sini. Dengan Satgas, kita bisa melakukan pendataan secara cepat. Karena titik pengungsian bukan hanya di sini, tetapi juga di tempat-tempat lain dan kita juga harus mendeteksi pengungsi mandiri,” ujarnya.

Pratikno juga menegaskan pemerintah terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

“Selain itu kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *