JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah pembangunan yang semakin berorientasi pada kemandirian nasional. Dalam 21 bulan masa pemerintahan, sebanyak 121 kebijakan transformatif telah diputuskan dan dijalankan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk sejumlah masalah yang selama puluhan tahun belum menemukan penyelesaian.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan,” ujar Presiden Prabowo.
Kebijakan transformatif tersebut mulai terlihat dampaknya pada sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Di bidang pangan, pemerintah menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun. Pemerintah juga menghapus 145 aturan penyaluran pupuk sehingga harga pupuk turun 20 persen.
Di sektor energi, langkah menuju kemandirian juga semakin nyata. Presiden menyampaikan bahwa sejak 1 Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50. Kebijakan tersebut disebut mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.
“Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” tegas Presiden.
Perkembangan terkini juga memperlihatkan pemerintah terus mempertahankan agenda tersebut menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada capaian jangka pendek, melainkan harus menjadi fondasi bagi generasi mendatang.
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tegas Presiden Prabowo
Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa kemandirian Indonesia sedang dibangun melalui keputusan konkret di berbagai sektor. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar, namun keberanian mengambil keputusan, konsistensi pelaksanaan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi modal penting untuk memastikan agenda transformasi terus berjalan.
Pada momentum kemerdekaan ke-81, kebijakan transformatif pemerintah menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan yang lebih substantif, yakni ketika Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya, mengelola kekayaan nasional secara optimal, serta menentukan masa depannya sendiri. Dengan konsistensi tersebut, pemerintahan Prabowo membuka jalan menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, adil, makmur, dan berdaulat.***