Timika – Antusiasme puluhan anak muda di Timika padati kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Menolak Punah yang digelar di Easy Coffee & Eatery, Jalan Malcon, Timika, Minggu malam (17/5/2026).

Kegiatan bertajuk Layar Tancap tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi gaya hidup konsumtif.

Acara hasil kolaborasi Singgah Baca, Eastworks Creative Agency, Easy Coffee, dan Stand Up Indo Timika itu dihadiri sekitar 35 peserta dari kalangan muda, khususnya Gen Z.

Selama lebih dari dua jam, peserta mengikuti pemutaran film dokumenter karya Dandhy Laksono dan Aji Yahuti yang mengangkat persoalan pencemaran lingkungan akibat industri fast fashion, ancaman mikroplastik dari pakaian sintetis, hingga krisis kapas lokal yang masih bergantung pada impor.

Founder Singgah Baca, Dina Rezky, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dihadirkan sebagai ruang refleksi bersama mengenai persoalan lingkungan yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Film ini kami hadirkan sebagai ruang refleksi bersama. Persoalan lingkungan dan gaya hidup konsumtif dalam berpakaian adalah masalah nyata yang ada di dekat kita, namun sering kali luput dari obrolan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Dina, isu lingkungan saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat.

Kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan demi mengikuti tren dinilai turut menyumbang persoalan sampah tekstil yang sulit terurai dan berdampak terhadap kesehatan lingkungan maupun manusia.

Melalui pemutaran dokumenter Menolak Punah, peserta diajak memahami bagaimana pola konsumsi modern dapat berdampak terhadap meningkatnya pencemaran lingkungan.

Founder Eastworks Creative Agency, Eko Setiawan, menilai bahwa kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci dalam membangun gerakan sosial yang lebih efektif dan dekat dengan anak muda.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin menunjukkan bahwa agensi kreatif, tempat nongkrong, dan komunitas sosial bisa berjalan beriringan untuk menciptakan impact nyata. Kami berkomitmen mendukung aktivasi kreatif yang membawa pesan perubahan sosial seperti ini,” jelas Eko.

Ia menambahkan bahwa ruang kreatif di daerah perlu terus dihidupkan agar menjadi wadah produktif bagi generasi muda dalam menyampaikan gagasan serta meningkatkan kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.

Selain pemutaran film dan diskusi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan stand up comedy dari komika lokal. Kehadiran unsur hiburan tersebut membuat pesan lingkungan lebih mudah diterima oleh peserta tanpa mengurangi substansi edukasi yang ingin disampaikan.

Perwakilan Stand Up Comedy Timika, Ewing Said, mengapresiasi meningkatnya partisipasi anak muda dalam kegiatan positif seperti ini.

“Anak muda, khususnya Gen Z di Timika, sekarang sudah mulai aktif dalam mengikuti giat-giat positif seperti ini. Diharapkan mereka bisa terus konsisten mengikuti giat positif selanjutnya,” pungkas Ewing.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *