BIAK — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum bagi generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, melestarikan adat istiadat, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ajakan tersebut mengemuka dalam kegiatan Dialog Adat Pemuda Papua Damai yang digelar di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada 24–25 Oktober 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai” tersebut melibatkan tokoh adat dan masyarakat. Dialog ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Biak Numfor, David Rumansara, mengatakan Sumpah Pemuda tidak seharusnya dipandang sebatas peringatan tahunan. Menurut dia, momentum tersebut perlu menjadi pengingat atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menekankan bahwa pemuda Papua memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan.

“Pemuda Papua harus menjadi motor penggerak persatuan, menjaga adat istiadat, dan mengambil bagian dalam pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar David.

Pesan serupa disampaikan tokoh adat Mananwir-Er Beba Ronsumbre, Nehemia Ronsumbre, dalam Dialog Adat Pemuda Papua Damai di Kampung Swapodibo, Biak Kota, pada 24 Oktober 2026. Ia mengingatkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman, termasuk menyikapi informasi yang beredar melalui media sosial secara bijaksana.

Menurut Nehemia, kemampuan memilah informasi menjadi penting agar pemuda dapat mengambil keputusan secara kritis, menghindari kesalahpahaman, serta menjaga hubungan baik di tengah masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda mengembangkan kemampuan diri dan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif.

Sementara itu, tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar pembangunan di Papua Tengah dapat berlangsung dengan baik. Ia menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan bersama dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang damai.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan dukungan seluruh masyarakat,” kata Kirenius.

Dalam kegiatan di Biak, masyarakat juga menerima bantuan paket sembako berupa beras, susu kaleng, kopi, teh, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui momentum Sumpah Pemuda, para tokoh berharap generasi muda Papua terus merawat keberagaman, menjaga persaudaraan, dan berkontribusi dalam pembangunan. Persatuan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial menjadi landasan penting untuk mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *