Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat, terutama di pedesaan dan kelompok berpenghasilan rendah.

Tenaga Ahli Bakom RI, Hariqo Satria, mengatakan MBG memiliki dampak luas karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Menurutnya, pemenuhan gizi anak perlu dipandang sebagai investasi untuk membentuk generasi sehat dan produktif.

“Program seperti MBG tidak bisa semata-mata dilihat sebagai pengeluaran. Ini adalah investasi kita untuk 20 tahun yang akan datang, untuk Generasi Emas 2045,” ujar Hariqo.

Ia menjelaskan, kualitas gizi anak saat ini akan berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas masyarakat pada masa mendatang. Karena itu, investasi pada gizi dan kesehatan penting untuk mengurangi beban kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas SDM.

Di sisi lain, KDMP diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa dengan memperpendek rantai pasok dan meningkatkan perputaran uang di daerah. Hariqo menyebut koperasi dapat membantu petani dan pelaku usaha desa memperoleh akses pasar yang lebih baik.

“Koperasi Desa Merah Putih ini membuat para petani yang selama ini tidak sejahtera karena adanya tengkulak bisa langsung dibeli oleh koperasi. Jadi, rantai pasoknya dipotong,” katanya.

Menurut Hariqo, penguatan ekonomi desa penting agar masyarakat tidak selalu bergantung pada pusat-pusat ekonomi di perkotaan. Keberadaan koperasi diharapkan menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, pekebun, dan UMKM.

“Program ini untuk kesejahteraan masyarakat kita di desa-desa dan agar uang lebih banyak berputar di desa, tidak hanya berputar di kota,” ujar Hariqo.

Menurutnya, sinergi kedua program juga dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal. MBG menciptakan kebutuhan bahan pangan yang dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sekitar, sementara koperasi dapat membantu menghubungkan produsen dengan pasar. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada penerima makanan bergizi, tetapi turut mengalir kepada pelaku usaha dan keluarga di desa. Pengawasan bersama tetap menjadi kunci agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Ia menambahkan, keberhasilan MBG dan KDMP tetap membutuhkan pengawasan, kritik, dan peningkatan kapasitas SDM agar manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *