Oleh: Feya Annisa )* Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional.
Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, RamdanDenny Prakoso, menyampaikan bahwa cadangan devisa yang dimilikiIndonesia masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternalsekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi landasan penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari luar negeri. Pandangan Ramdan memperlihatkan bahwa kekuatan cadangan devisatidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran internasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga kepercayaan investor. Ketika suatu negara memiliki cadangan devisa yang kuat, pelaku pasar akanmelihat adanya kemampuan pemerintah dan otoritas moneter dalammengelola risiko ekonomi secara efektif.
Bank Indonesia juga meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan tetapterjaga pada periode mendatang. Keyakinan tersebut didasarkan pada posisi cadangan devisa yang memadai, prospek masuknya modal asingyang masih positif, serta daya tarik instrumen keuangan domestik yang tetap kompetitif dibandingkan negara lain. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia menjadi faktoryang sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terusmenjalankan berbagai agenda reformasi ekonomi yang bertujuanmeningkatkan daya saing nasional. Berbagai kebijakan tersebut turutmembentuk persepsi positif investor terhadap arah pembangunanekonomi Indonesia sehingga mendukung masuknya aliran modal kedalam negeri.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga menegaskan bahwamasyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi cadangan devisa saatini. Menurutnya, posisi devisa Indonesia masih berada jauh di atas batas kecukupan yang dipersyaratkan secara internasional. Penilaian tersebutdidasarkan pada pengukuran menggunakan indikator reserve adequacyyang diterbitkan Dana Moneter Internasional atau IMF.
Melalui indikator reserve adequacy, Bank Indonesia secara berkalamenghitung jumlah cadangan devisa yang diperlukan untuk menghadapiberbagai risiko, termasuk kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih dalam. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa posisi cadangandevisa Indonesia masih berada pada tingkat yang lebih dari cukup dan mencapai lebih dari 115 persen dari kebutuhan yang dipersyaratkan. Selain itu, cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaansekitar 5,6 bulan impor. Angka tersebut jauh melampaui standarkecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulanimpor. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuanyang kuat dalam memenuhi kebutuhan transaksi internasional sertamenjaga kelancaran aktivitas ekonomi apabila terjadi gejolak global.
Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi untukmenjaga stabilitas ekonomi nasional. Sinergi yang terjalin antarakebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalammempertahankan kepercayaan pasar. Kolaborasi tersebut memungkinkanberbagai tantangan ekonomi dapat diantisipasi secara lebih cepat dan efektif. Meskipun cadangan devisa mengalami penurunan sejak akhir 2025, kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional. Penurunan yang terjadibukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi, melainkanmerupakan konsekuensi dari kebijakan stabilisasi yang dilakukanpemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonominasional di tengah tekanan global yang meningkat.
Optimisme terhadap prospek cadangan devisa Indonesia juga disampaikan Ekonom Bank Tabungan Negara, Myrdal Gunarto. Ia menilaiposisi cadangan devisa masih dapat bertahan di sekitar 143 miliar dolarAmerika Serikat hingga akhir tahun. Menurutnya, masuknya arus modal asing dan kuatnya neraca perdagangan akan menjadi faktor utama yang menopang ketahanan devisa Indonesia. Surplus perdagangan yang terus terjaga memberikan pasokan valuta asing yang stabil bagi perekonomian nasional. Kondisi tersebut menjadisalah satu kekuatan utama Indonesia dalam menjaga keseimbanganeksternal. Ketika ekspor mampu menghasilkan surplus secaraberkelanjutan, tekanan terhadap cadangan devisa dapat diminimalkansehingga stabilitas ekonomi lebih mudah dipertahankan.
Pada akhirnya, kekuatan cadangan devisa merupakan cerminan darikeberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitasekonomi secara berkelanjutan. Cadangan devisa yang memadaimemberikan ruang bagi negara untuk menghadapi berbagai risikoeksternal tanpa mengganggu momentum pembangunan yang sedangberlangsung. Dengan posisi devisa yang tetap kuat, dukungan investor yang terusterjaga, serta koordinasi kebijakan yang semakin solid, Indonesia memilikimodal yang cukup untuk menghadapi tantangan global.
*) Pengamat Ekonomi