*) Oleh: Dinda Paramita Ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas indikatormakroekonomi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil yang menjadi penggerak utamaaktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Dalam konteks pembangunannasional saat ini, penguatan sektor riil menjadi strategi yang semakin relevan untukmemastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ketika sektor riil bergerak secaraoptimal, peluang usaha berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan daya belimasyarakat dapat terjaga. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan sektor riilmenjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terjaga dan semakin kuat ke depan. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran pemerintahbahwa tantangan ekonomi global yang semakin dinamis memerlukan respons yang lebih konkret melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif di dalam negeri. Meskipunfundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan implementasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap menjadikebutuhan mendesak. Dengan demikian, sektor riil tidak hanya berfungsi sebagaimesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.
Selain itu, sektor riil memiliki karakteristik yang mampu menciptakan efek bergandasecara luas terhadap perekonomian nasional. Setiap peningkatan aktivitas produksiakan mendorong kebutuhan tenaga kerja, memperkuat permintaan bahan baku, sertameningkatkan perputaran uang di tingkat lokal maupun nasional. Kondisi ini menjadisangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhiarus perdagangan dan investasi internasional. Ketika ekonomi domestik memilikibasis sektor riil yang kuat, daya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal akansemakin besar. Karena itu, percepatan program strategis pemerintah pada sektor-sektor produktif menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi stabilitasekonomi nasional. Lebih lanjut, penguatan sektor riil juga menjadi sarana efektif untuk memperkuatekonomi kerakyatan. Selama ini, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi tulangpunggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadappenyerapan tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektorriil, pemerintah dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitifsehingga pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwaperluasan peran Bank Indonesia menunjukkan adanya paradigma baru dalampembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak lagiterbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tetapi juga turut berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil serta penciptaan lapangan kerja. Perspektiftersebut menegaskan bahwa kebijakan moneter dan sektor riil tidak dapat berjalansecara terpisah. Sinergi keduanya diperlukan agar stabilitas ekonomi yang telahterjaga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikanmanfaat langsung bagi masyarakat. Dalam kerangka tersebut, dukungan kebijakan moneter terhadap sektor riil berpotensimenciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansibisnis dan investasi. Di sisi lain, koordinasi yang kuat antara pemerintah, otoritasfiskal, dan otoritas moneter akan mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang menyentuh sektor-sektor produktif. Hasilnya tidak hanya terlihatpada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesempatankerja dan penguatan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain, sektor riil menjadijembatan yang menghubungkan stabilitas ekonomi dengan kesejahteraan rakyat. Di tingkat daerah, penguatan sektor riil juga memiliki arti strategis dalammempercepat pembangunan yang lebih merata. Kemandirian fiskal dan penguatansektor riil mnejadi hal yang sangat penting karena mampu menyentuh langsungmasyarakat serta memutus rantai pasok panjang yang selama ini merugikan pelakuUMKM. Pandangan tersebut sangat relevan mengingat banyak daerah memilikipotensi ekonomi yang besar, tetapi belum sepenuhnya memperoleh nilai tambahakibat struktur distribusi yang tidak efisien. Ketika rantai pasok dapat diperpendek, pelaku usaha lokal akan memperoleh keuntungan yang lebih besar dan harga produkmenjadi lebih kompetitif. Situasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerahyang lebih sehat dan berkelanjutan.
Penguatan sektor riil di daerah menjadi bagian penting dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Pengembangan sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif akan memperkuat kapasitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar potensi ekonomi di setiap wilayah dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan. Upaya tersebut perlu didukung oleh pembangunan infrastruktur, percepatan digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan berusaha yang terus diperkuat pemerintah. Dengan sektor riil yang semakin produktif dan berdaya saing, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan. *) Ekonom Makro dan Peneliti Kebijakan Fiskal.