JAKARTA — Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan di berbagai sektor. Capaian tersebut mencakup pelayanan publik, ketahanan pangan dan energi, investasi, kesehatan, pendidikan hingga kinerja badan usaha milik negara (BUMN).

Di sektor pelayanan keagamaan, pemerintah mencatat penurunan waktu tunggu ibadah haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, antrean haji yang sebelumnya rata-rata mencapai 49 tahun kini menjadi sekitar 14 tahun setelah pemerintah mengubah formula perhitungan dan melakukan validasi data jemaah.

“Jadi dari 49 kemudian jadi 26 tahun, sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid,” kata Dahnil.

Perubahan juga berlangsung pada sektor pangan. Pemerintah memangkas berbagai regulasi penyaluran pupuk untuk mempercepat distribusi kepada petani sekaligus menekan harga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produksi pertanian dan mendorong swasembada pangan.

“145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%,” ujar Prabowo.

Pada sektor energi, pemerintah melanjutkan penguatan kemandirian melalui implementasi biodiesel B50. Pemerintah juga menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Di bidang investasi dan ketenagakerjaan, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan realisasi tersebut menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja, meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pemerintah juga melanjutkan peningkatan kualitas layanan dasar melalui renovasi sekolah, puskesmas dan rumah tidak layak huni. Di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis terus diperluas. Pada 2025, program tersebut tercatat telah dimanfaatkan 72,7 juta orang.

Sementara itu, pada sektor korporasi negara, pemerintah mencatat peningkatan laba sejumlah BUMN, antara lain PT Timah, PT Semen Indonesia, PT Pupuk Indonesia dan Pertamina. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjalankan agenda pembangunan nasional dan memperbaiki program yang masih menghadapi kendala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *