MERAUKE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendapat apresiasi dari masyarakat dan tenaga pendidik. Program yang diinisiasi pemerintah tersebut dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan memandang peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan yang kita laksanakan ini pada umumnya meliputi bidang pendidikan, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya. Yang pertama adalah sarana dan prasarana untuk meningkatkan akses pelayanan pemerintah, baik pelayanan kesehatan, pendidikan maupun perekonomian hingga ke daerah-daerah pelayanan seperti kabupaten, distrik, sampai kampung,” ujar Apolo Safanpo.

Pelaksanaan MBG di Distrik Ilwayab disambut antusias oleh sekolah dan masyarakat setempat. Guru SD YPPK Ilwayab, Kleopas Pam, mengatakan seluruh unsur di kampung memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden karena MBG masuk di Distrik Ilwayab, Kampung Wanam. Program ini sangat berguna untuk anak-anak kami karena menyediakan makanan bergizi. Orang tua juga mendukung dan pelaksanaannya berjalan dengan baik,” kata Kleopas Pam.

Sementara itu, Guru SD YPPK Ilwayab, Zueriko Adhi, menjelaskan bahwa menu MBG memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di wilayah Merauke, seperti ikan, daging, dan sayur-sayuran hasil budidaya masyarakat. Selain menghadirkan makanan bergizi, pola tersebut juga memberikan ruang bagi pemberdayaan potensi lokal.

“Kalau menu di sini kami menggunakan kekayaan alam seperti ikan, daging, dan sayur-sayuran yang ditanam mama-mama lokal. Kami sebagai guru sangat antusias dengan program MBG ini. Anak-anak juga sangat senang karena setiap hari mereka mendapatkan makanan bergizi di sekolah,” ujar Zueriko Adhi.

Kehadiran MBG di Papua Selatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia sekolah. Dukungan dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting agar program ini mampu menciptakan generasi Papua yang lebih sehat, memiliki semangat belajar tinggi, serta siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *