Jakarta – Penguatan mitigasi dalam pelaksanaan pelatihan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih terus dilakukan guna memastikan program strategis tersebut berjalan semakin aman, profesional, dan akuntabel.
Evaluasi menyeluruh menjadi bagian dari upaya penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan sehingga proses pengembangan sumber daya manusia pengelola Kopdes Merah Putih tetap berlangsung secara optimal, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan kualitas pelatihan.
Langkah penguatan mitigasi tersebut menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi bagian dari penyiapan manajer Kopdes Merah Putih. Melalui evaluasi yang dilakukan secara komprehensif, pemerintah berupaya memastikan seluruh tahapan pelatihan memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan tata kelola yang semakin baik.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, mengatakan evaluasi terhadap penyelenggaraan program dilakukan secara paralel tanpa mengganggu kelangsungan pelaksanaan program. Panselnas yang terdiri atas sejumlah kementerian dan lembaga tengah melakukan penelaahan menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Kementerian Koperasi memahami perhatian masyarakat terhadap keselamatan peserta pendidikan. Karena itu, Panitia Seleksi Nasional saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program SPPI,” katanya.
Evaluasi tersebut mencakup proses seleksi peserta, pelaksanaan pendidikan, mekanisme pemantauan kesehatan, hingga berbagai langkah mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi akan menjadi landasan penyempurnaan kebijakan sehingga penyelenggaraan pelatihan pada periode berikutnya semakin berkualitas serta mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh peserta.
“Setiap masukan dan pembelajaran dari pelaksanaan program akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan agar program dapat berjalan semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” ujar Destry.
Selain memperkuat sistem mitigasi, Kementerian Koperasi juga memastikan seluruh peserta yang mengikuti program telah melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan pemerintah. Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan pemerintah menangani setiap peristiwa yang terjadi secara serius tanpa menghambat keberlanjutan Program Koperasi Merah Putih. Pemerintah memandang evaluasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Tentu hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu, dan akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini,” pungkasnya.