Oleh: Arga Wibisana )*
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atauDanantara Indonesia mulai menunjukkan peran strategisnyadalam mendorong investasi nasional yang berdampak langsungpada pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan global dankebutuhan percepatan transformasi ekonomi, Danantara hadirsebagai instrumen penting untuk memperkuat sektor prioritas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. Peran ini tidak hanya dilihat dari besarnya nilaiinvestasi, tetapi juga dari arah kebijakan yang menekankaninovasi, hilirisasi, serta pembangunan yang merata.
Pada tahun 2026, Danantara Indonesia bersiap menanamkaninvestasi pada empat proyek prioritas dengan total nilaimencapai Rp202,4 triliun. Keempat proyek tersebut adalahProyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan ProyekJohor. Rencana ini disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Menurut Rosan Roeslani, investasitersebut tidak hanya mencakup proyek hilirisasi, tetapi jugamerambah sektor pengolahan sampah menjadi energi, penguatanindustri kimia, pengembangan data center, hingga platform kerjasama global operator serta investasi luar negeri seperti di Australia.
Proyek Wamena menjadi salah satu yang terbesar dengan fokuspada pengembangan fasilitas Waste to Energy yang tersebar di 33 kota. Proyek ini membutuhkan investasi Rp84 triliun danditargetkan menciptakan multiplier effect hingga sepuluh kali lipat. Langkah ini dianggap strategis karena dapat menjawabpersoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi baru yang bernilai ekonomi. Selain itu, proyek ini diperkirakan mampumenghidupkan sektor pendukung di berbagai daerah.
Selanjutnya, Proyek Cordova difokuskan pada pengembanganfasilitas caustic soda dengan nilai investasi Rp13,4 triliun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung hilirisasi industrinasional dan ditargetkan menghasilkan multiplier effect limakali lipat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuatindustri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantunganimpor bahan baku kimia yang selama ini menjadi kebutuhanpenting sektor manufaktur.
Sektor digital juga menjadi perhatian melalui Proyek Fukuoka yang mengembangkan Data Center Platform bersama global operator. Proyek ini membutuhkan investasi Rp21 triliun dengantarget multiplier effect enam kali lipat. Di era ekonomi digital, pembangunan data center menjadi kebutuhan mendesak karenamenjadi fondasi infrastruktur teknologi informasi, mendukungkeamanan data, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.
Sementara itu, Proyek Johor menyasar bidang agrikultur dengannilai investasi Rp84 triliun dan target multiplier effect dua kali lipat. Investasi ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetapmenjadi salah satu prioritas penting dalam menjaga ketahananpangan dan memperkuat ekonomi rakyat. Dengan dukunganinvestasi besar, sektor agrikultur diharapkan mampumeningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorongkesejahteraan petani.
Selain empat proyek tersebut, Danantara Indonesia juga telahmemulai langkah konkret melalui peletakan batu pertama enamproyek hilirisasi fase pertama pada 6 Februari 2026. Total investasi proyek ini mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitarRp110 triliun yang tersebar di 13 daerah. Rosan Roeslanimenilai proyek-proyek hilirisasi ini akan menjadi pengungkitpertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Ia menekankan bahwainvestasi tersebut bukan hanya soal pembangunan industri, tetapijuga membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Proyek hilirisasi fase pertama meliputi pembangunan duaproyek hilirisasi bauksit dengan nilai sekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, sertaintegrated poultry atau peternakan ayam terpadu. Proyek-proyekini dipandang mampu mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan industri danmendorong nilai tambah produk dalam negeri.
Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat sejumlahkeberhasilan penting yang memperkuat iklim investasi nasional. Stabilitas ekonomi makro relatif terjaga, pembangunaninfrastruktur strategis terus berjalan, serta berbagai kebijakanpenguatan hilirisasi mulai menunjukkan hasil. Upaya menjagainflasi dan meningkatkan realisasi investasi menjadi buktibahwa pemerintah mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.
Peran Danantara juga tampak pada sektor sosial dan pemulihandaerah terdampak bencana. Danantara memulai pembangunanhunian tetap di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Groundbreaking dilakukan sebagai bagian daripercepatan pemulihan pascabencana dan mendorongkebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan hunian tetap tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapijuga diharapkan menjadi simbol pemulihan sosial dan ekonomi.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskanbahwa pembangunan hunian tetap memiliki makna luas. Iamenyebut hunian tersebut sebagai simbol kebangkitan mental dan ekonomi, mengingat kondisi pertumbuhan ekonomiSumatera Barat berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasimencapai 6 persen. Menurut Dony Oskaria, situasi ini harusditangani cepat agar tidak memicu persoalan sosial yang lebihbesar.
Danantara juga mendorong penguatan pendidikan melaluirencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan menampungsekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai SD hingga SMA lengkap dengan asrama. Hunian tetapditargetkan rampung dalam tiga hingga empat bulan agar segeradapat dihuni.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerahsiap mendukung penuh dengan menyiapkan lahan 1,8 hektareserta cadangan 4 hektare untuk pengembangan. Pemerintahdaerah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomiseperti pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahituntuk mendukung usaha warga.
Melalui investasi besar di sektor prioritas dan dukunganpemulihan daerah, Danantara semakin menegaskan posisinyasebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengansinergi antara pemerintah, Danantara, dan berbagai pihak, investasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperluas kesejahteraan, serta membawa Indonesia menujumasa depan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing.
*) Peneliti Ekonomi Pembangunan